DPRa PKS Beji

Bersih Peduli Professional

Semangat Ramadhan

Posted by pksbeji pada September 28, 2011

Ramadhan telah meninggalkan kita. Sebagaimana disunnahkan untuk menyambut kedatangannya dengan gembira, berarti dengan kepergiannya pantaslah kita untuk bersedih. Hari Raya Iedul Fitri seharusnya menjadi puncak kesyukuran karena kita telah memanfaatkan momen penting sebulan penuh meraih keutamaan demi keutamaan aktifitas ibadah Ramadhan.

Tak terasa ternyata bulan penuh keutamaan itu telah berlalu, apakah kita masih bisa melihat bekas-bekasnya dalam diri kita ? Dan sudahkah pantas kita mengakhirinya dengan ungkapan syukur yang sebenar-benarnya ? Membesarkan Allah dengan seruan kalimah Takbir karena kita merasa puas setelah selama sebulan penuh bersama Ramadhan.

Dalam sebuah hadits Rasulullaah Sallallaahu ‘alaihi wasallam pernah mengungkapkan bahwa jika kita mengetahui keutamaan bulan Ramadhan, maka akan menginginkan sepanjang tahun itu adalah Ramadhan. Ungkapan hadits ini sudah dibajak dengan tidak bijak oleh iklan produk mie instant, yang masih sering dimunculkan sampai hari-hari ini : “coba kalo puasa dan hari rayanya setiap hari, pasti kita makan enak terus, deh”. Jangan-jangan itulah cermin pemahaman kita, Ramadhan dan Hari Raya Ied identik hanya dengan urusan duniawi : makanan enak, baju baru, sukaria dengan bunyi-bunyian beduk dan gelegar suara petasan.

Kita tak lagi peduli bahwa esensi Ramadhan itu adalah anugerah dari Allah kepada orang yang beriman, dan ia identik dengan pemberian bonus sebulan penuh untuk kita nikmati. Urusan di dalamnya yang dominan adalah berkaitan dengan pemanfaatan seluruh potensi yang dimiliki manusia yang dikerahkan untuk beribadah kepada Allah. Karena pada bulan Ramadhan seluruh aktifitas kebaikan akan Allah nilai dengan balasan pahala berlipat-lipat sampai tak dapat manusia menghitungnya. Tidak hanya iming-iming pahala atas kebaikan, namun sekaligus berbagai aktifitas training Ramadhan yang dapat dilakukan diberikan tuntunannya oleh Allah, baik yang wajib maupun yang sunnah. Tak perlu repot-repot mencarinya, yang diperlukan adalah kemauan untuk melakukan aktifitas yang bisa jadi hanya ada pada Ramadhan yang menjadi ciri keutamaan bulan ini.

Maka bagi yang menginginkan berlangsungnya Ramadhan sepanjang tahun, ketahuilah tidak ada keutamaan Ramadhan itu di bulan-bulan yang lainnya. Tidak ada aktifitas ibadah yang persis Ramadhan di bulan selainnya. Keinginan Ramadhan sepanjang tahun bukan berarti memindahkan seluruh aktifitas Ramadhan itu ke bulan yang lain. Esensi harapan itu adalah meneruskan aktifitas kebaikan di sepanjang tahun dengan semangat Ramadhan.

Pertama, tetap bersemangat membingkai seluruh aktifitas kebaikan kita dengan pondasi keimanan. Aktifitas kebaikan dibulan Ramadhan memerlukan kekuatan iman, sebagaimana dalam Surah Albaqoroh : 183, Allah memerintahkan kewajiban shoum Ramadhan itu kepada orang yang beriman. Dan ungkapan hadits dari Rasulullah tentang aktifitas Ramadhan diantaranya :

Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan perhitungan, maka akan Allah ampuni dosanya yang telah lalu”, dan “Barangsiapa yang berdiri (sholat) pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan perhitungan, maka akan Allah ampuni dosanya yang telah lalu“.

Kedua, tetap bersemangat untuk melakukan dan meningkatkan ibadah baik secara kuantitas maupun kualitasnya. Dengan iming-iming berlipatnya pahala kebaikan di bulan Ramadhan, telah mendorong kita untuk melakukan ibadah-ibadah di bulan Ramadhan. Dengan semangat yang sama, kita melakukan dan meningkatkan ibadah baik secara kuantitas maupun kualitas yang tetap terjaga pada bulan-bulan selain Ramadhan.

Ketiga, tetap menjaga semangat berdo’a. Bulan Ramadhan, setiap detiknya adalah waktu-waktu mustajab, sehingga berdo’a dalam waktu dan kesempatan manapun Allah akan mengabulkan do’a-doa kita (QS. Al-Baqoroh-186). Jadi jika ingin do’a-do’a kita dikabulkan Allah, tetap jaga semangat untuk memohon do’a kepada-Nya di waktu dan kesempatan yang banyak di bulan lainnya.

Keempat, tetap menjaga semangat kepedulian terhadap sesama. Bulan Ramadhan, Rasulullah mencontohkan untuk selalu berbagi terhadap sesama. Bahkan dalam hadits khusus diungkapkan : “Barangsiapa memberi makan berbuka bagi orang yang berpuasa, walaupun dengan satu butir kurma, maka ia akan mendapatkan pahala puasa orang yang diberinya makanan itu tanpa mengurangi bagian pahala orang yang berpuasa itu”. Dan diakhir Ramadhan diperintahkan untuk menunaikan zakat fitrah untuk diberikan kepada yang berhak agar ia dapat merayakan Iedul Fitri dengan penuh kegembiraan. Orang yang membutuhkan kepedulian sesamanya masih banyak dan mereka butuh uluran bantuan tidak hanya pada bulan Ramadhan. Mustahik akan selalu ada sebagai saluran berbagi untuk orang yang diberikan karunia berkelebihan oleh Allah.

Semoga kita diberi kekuatan untuk menjadi orang yang selalu dapat bersemangat dalam melakukan kebaikan-kebaikan, sebagai sarana untuk menjaga semangat Ramadhan sampai ia datang lagi di tahun berikutnya. Amiiin.

Disarikan dari ceramah Ramadhan Masjid Nurussalaam Beji Depok
Oleh : Ustz. Hilman Rosyad Syihab, Lc, MA,
Malam 29 Ramadhan 1432.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: