DPRa PKS Beji

Bersih Peduli Professional

Desak Udin dan Yoyo dicopot, KPUD Depok disegel

Posted by pksbeji pada Oktober 10, 2008

PANMAS, 9 Oct 2008 : 7:22:11 – MONDE: Konflik hasil seleksi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok kian memanas. Kemarin, puluhan anggota Koalisi Masyarakat (KOMA) Gugat KPUD menggelar demo dan menyegel kantor komisi itu.

Aksi demo yang dimulai pukul 11.00 tersebut diawali orasi koordinator aksi Roy Prygina. Aksi ini didasari penetapan Udi Bin Muslih dan Yoyo Effendi sebagai anggota KPUD Kota Depok.

Dalam tuntutannya, KOMA mendesak Udi bin Muslih dan Yoyo Efendi dicopot dari jabatannya sebagai anggota KPUD Kota Depok karena dinilai tidak layak manjadi anggota KPUD setelah sebelumnya dinyatakan tidak lolos 10 besar dalam seleksi tim.

“Seleksi anggota KPUD terindikasi ada manipulasi dan intervensi. Hal ini menodai demokrasi. Untuk itu, kami menuntut pemilihan ulang anggota KPUD,” kata Roy Prygina seraya meneriakkan yel-yel, bubarkan KPU.

KOMA KPUD yang terdiri dari Forppenas, Fitra Depok, Dewa, CSE, Lp2mas, FAKSI, GMP-AK juga mendesak KPU Pusat menganulir hasil putusan KPUD Provinsi Jabar yang menetapkan Udi Bin Muslih dan Yoyo Effendi sebagai anggota KPUD Depok periode 2008-2013 karena dinilai cacat hukum.

“Kami mendesak KPU Pusat segera membentuk tim khusus untuk menyelesaikan konflik KPUD Depok agar tidak terlalu lama. Jika nantinya keputusan pengangkatan kedua orang itu tidak dianulir, kami mengajak masyarakat tidak ikut Pemilu,” katanya.

KOMA menyampaikan beberapa temuan adanya kecurangan dimana salah satu anggota KPUD Depok, Adrinof A. Chaniago mendapat SMS dari salah satu anggota KPUD Provinsi Jawa Barat Afan Sulaeman yang berisi permintaan agar memperjuangkan Udi.

“Dua orang anggota tim seleksi KPUD, Hasan Basri dan Achmad Juliana sangat vulgar dalam melakukan hubungan kedekatan dengan Yoyo dan Udi dalam proses seleksi. Hasan Basri juga merebut laporan hasil proses seleksi yang akan dikirimkan ke KPUD Provinsi sehingga proses pengiriman tertunda,” tegasnya.

KOMA menilai dalam proses seleksi terdapat kecurangan sehingga menodai hati nurani warga Depok. Ke depan, kata dia, KPUD tidak akan pernah damai dan akan ada jualbeli suara karena sejak awal sudah ada kecurangan.

Jelas sekali Udi dan Yoyo cuma titipan, karena orang-orang yang terpilih sebenarnya hanya 10 orang. Senin, kami akan demo di KPU Pusat, kami akan meminta keadilan,” ujar Roy.

KOMA meminta dibuat tim seleksi baru yang independen dan transparan untuk membentuk anggota KPUD yang baru lagi.

Dalam aksi yang diwarnai dengan hujan tomat busuk itu, KOMA menuntut agar bisa masuk ke kantor KPUD Depok untuk bertemu dua anggota KPU tersebut. Roy Prygina menyebutkan pihaknya meyakini ada permainan di tubuh KPUD daerah ini.

Penyegelan

Usai berorasi, massa mencoba berdialog dengan pihak kepolisian yang membuat pagar betis menjaga pagar kantor KPUD agar diizinkan masuk ke dalam kantor.

Mereka menempel kertas-kertas penuh tulisan ke tembok KPUD. Tulisan yang ditempel a.l berisikan agar Yoyo, Udi untuk mundur karena dinilai telah menodai demokrasi di Kota Depok dan mengkhianati rakyat.

Salah satu tulisan dalam poster yang bertuliskan Gantung Kasno, Bocor, Akbar, dan Fikri sempat menyulut emosi dari orang-orang yang namanya tercantum dalam poster tersebut. Setelah itu, massa melakukan Long March ke depan Puskesmas Pancoran Mas. Aksi ini bukan akhir, KOMA masih akan terus bergerak dan menuntut selama KPUD belum memenuhi tuntutan mereka.

Namun, berhubung aksi ini adalah aksi damai, mereka tetap menerima ketika pihak kepolisian tidak mengizinkan masuk. Aksi berlanjut dengan penyegelan kantor KPU Kota Depok. Massa memanjat tiang nama KPUD lalu ditempeli kertas dengan tulisan “Kantor ini Disegel”.

Sementara itu, Yoyo Effendi, salah satu anggota KPUD yang dipermasalahkan para pendemo mengatakan dirinya semenjak dilantik dan disumpah akan bekerja melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. “Prioritas yang akan saya jalankan adalah menyelenggarakan Pemilu dengan sebaik-baiknya sedangkan reaksi dari masyarakat yang muncul tidak akan ditanggapi.”

Yoyo menjelaskan dirinya merupakan figur yang terbaik sehingga dapat lolos dalam seleksi. “Saya mengikuti kompetisi seleksi KPUD dengan baik dan fair,” katanya.

Dia mengklaim sebagai figur yang diakomodir peraturan perundang-undangan Pasal 11 UU No 22 tahun 2007 tentang Pilkada yang menyatakan anggota KPUD harus memiliki pengalaman sebagai penyelenggara Pemilu.

Dia menambahkan tidak pernah menyogok atau meminta dititpkan pada anggota KPU Provinsi. Yoyo menegaskan dirinya layak terpilih karena berada dalam urutan sepuluh besar dalam daftar yang diajukan kubu Hasan Basri.

Ketua KPUD Kota Depok Muhammad Hasan menjelaskan semenjak anggota KPUD Kota Depok terpilih dan dilantik 22 September 2008 lebih terfokus dan konsentrasi untuk bekerja dan menyukseskan penyelenggaraan Pemilu.

“Perihal tuntutan demo, ini bukan kewenangan dan ranah kami untuk mengomentari. Hal ini harus ditanyakan kepada pihak yang berwenang yaitu KPU provinsi atau tim seleksi KPUD. Kami tidak ada kaitannya dengan demo tersebut.”(m-9/m-12)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: