DPRa PKS Beji

Bersih Peduli Professional

PKS, ‘Politik Itu Bundar’

Posted by pksbeji pada September 24, 2008

INILAH.COM, Makassar – 24/09/2008 11:14 – Suriani – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mulai menyentuh lapangan hijau. Mereka mengawalinya dari Makassar. Panggung sepak bola memiliki jutaan masa mengambang yang bisa dimanfaatkan partai politik untuk mendulang suara.

Sepak bola memang hanya sebuah permainan. Pada beberapa negara maju, bisalah dibubuhi dengan industri permainan. Mestinya dia tak bisa dikait-kaitkan dengan politik, tapi sepak bola memiliki potensi politik yang besar.

Itulah yang dicium Silvio Berlusconi yang akhir bulan ini tepat berusia 72 tahun. Sekitar 14 tahun lalu, dia untuk pertama kalinya menjadi Perdana Menteri Italia. Berlusconi punya wadah merebut popularitas. Dia pendiri Fininvest yang bergerak di bidang media dan keuangan. Dia kemudian menjadi pemegang saham mayoritas Mediaset, sebuah perusahaan multi-media terdahsyat di Italia. Dia orang kaya ketiga di Negeri Spaghetti.

Tapi, bukan itu yang membuat nama Berlusconi jadi pembicaraan warga Italia. Dia menjadi buah bibir karena keberhasilannya membangun kembali AC Milan. Nama besar Berlusconi, diakui atau tidak, menjadi besar tatkala dia masuk ke lapangan hijau, bersalaman dengan pemain, dan melambaikan tangan kepada penonton.

Anis Matta bukanlah figur sehebat Berlusconi. Dia Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Tapi, penciuman politiknya tampaknya bisa mendekati figur yang tiga kali jadi PM Italia itu. Dia melirik PSM, klub sepak bola asal Makassar yang mulai terseok-seok kondisi keuangannya.

Hanya dengan sebuah pernyataan, Anis Mata membuat luruh pengurus PSM. “Kami bersyukur masih ada perorangan yang mau membantu PSM,” ujar Asisten Manajer Bidang Humas PSM, Nurmal Idrus.

Sejatinya, belum terlalu jelas, bagaimana komitmen Anis Matta terhadap PSM. Apakah dalam kaitan ini, dia datang mengusung bendera PKS secara resmi. Satu yang sudah jelas, bantuan dia terhadap klub kebanggaan masyarakat Makassar itu, secara politis, sudah menguntungkan PKS.

Lapangan hijau, harusnya kini menjadi incaran para politisi. Di dalam dan seputar stadion begitu banyak massa mengambang yang belum menentukan sikap politiknya. Dan, dengan memanfaatkan fanatisme mereka –yang kadang sempit—tak terlalu sulit menggoda mereka.

Dan PKS, diakui atau tidak, termasuk salah satu partai politik yang mencium potensi suara di lapangan hijau. Saat berjuang mencalonkan Adang Darajatun sebagai Gubernur DKI pada Pilkada tahun lalu, salah satu bentuk kampanye –kecil—mereka adalah di lapangan hijau. PKS dan Adang menggelar turnamen sepak bola ‘antarkampung’ di wilayah Jakarta. Pesertanya banyak. PKS dan Adang mendapatkan keuntungan politis.

Bisa jadi, hal itu pula yang hendak diulangi di Makassar dengan keterlibatan Anis Matta selaku Sekjen PKS untuk membantu tim berjulukan ‘Juku Eja’ itu. Siapa tahu, lewat PSM, PKS bisa lebih membesar di Negeri Angin Mamiri itu. Ya, bukankah politik itu bundar, seperti bola, yang bisa menggelinding ke sana ke mari.[I4]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: