DPRa PKS Beji

Bersih Peduli Professional

Polemik seleksi calon anggota KPU Kota Depok, Isu suap mulai mencuat

Posted by pksbeji pada September 20, 2008

DEPOK, MONDE: Adalah Ahmad Suyudi, peserta yang sebenarnya masuk peringkat sembilan dalam tes wawancara dan tes psikologi. Ia tidak terima posisinya di-grounded, apalagi belakangan ia dituduh gugur lantaran kedapatan melakukan upaya suap.

“Karena itu Tim Seleksi harus kembali pada rel yang benar sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku,” ujarnya dalam pernyataan tertulis yang diterima Monde kemarin.

Menurut Suyudi, para peserta yang lolos uji seleksi dan terpilih menjadi anggota KPU adalah benar-benar personil yang independen, memiliki kompetensi, wawasan dan pengetahuan, integritas, serta mampu melaksanakan kewenangan berkeja dengan sistem yang transparan dan akuntabel.

Hal ini mengingat KPU adalah lembaga yang bakal menjadi penyelenggara bagi beberapa hajat (event) besar baik nasional (Pilpres/wapres dan Pemilihan Legislatif Pusat) maupun lokal/daerah (Pilkada/Legislatif II dan Pilgub/Legislatif I), sehingga mau tidak mau tugas dan fungsi serta kewenangan KPU adalah menyangkut kepentingan masyarakat dan negara, bukan kepentingan orang-perorang maupun golongan.

“Sebagai pribadi, sebetulnya saya tidak terlalu bebas menulis opini semacam ini di media massa. Mengapa? Karena saya sendiri adalah peserta seleksi anggota KPU yang masuk di dalam sepuluh besar untuk mengikuti tahapan lanjutan di provinsi. Saya tidak ingin ada pihak-pihak yang memandang tulisan ini sebagai sebuah upaya mempengaruhi keputusan Tim Seleksi,” tuturnya.

Suyudi menganggap bahwa ia perlu menggunakan hak jawab melalui tulisan sebagai upaya klarifikasi terhadap ungkapan salah seorang anggota Tim Seleksi yang mengatakan bahwa ia berusaha melakukan suap terhadap Tim Seleksi (Monde, Rabu, 17/9/2008).

Isu suap

“Saya tegaskan bahwa saya tidak pernah berniat, berusaha, dan melakukan penyuapan kepada siapa pun termasuk kepada yang terhormat Tim Seleksi Anggota KPU Kota Depok demi lolos dan terpilihnya diri saya menjadi anggota KPU Kota Depok,” tegasnya.

Isu suap berawal dari pengakuan Nurhamim, anggota Tim Seleksi, yang bercerita kepada Andrinof A. Chaniago, bahwa dirinya diberi amplop oleh Hasan Basri, anggota Tim Seleksi. Menurut pengakuan Hasan Basri, kata Nurhamim, uang itu adalah uang tambahan administrasi kegiatan.

Selain untuk Nurhamim, amplop itu juga ditujukan untuk Yon Machmudi dan Hasan Basri. Tapi yang membawa kepada dirinya Hasan Basri.

Karena sumber uang itu tak jelas, Nurhamim mengaku bimbang. “Bukannya saya tidak butuh uang, tapi saya juga perlu menjaga kredibilitas. Akhirnya uang itu saya pulangkan ke Sekretariat KPU Kota Depok,” jelasnya kepada Monde.

Nurhamim mengaku saat mengembalikan amplop dia ditemani Yon Machmudi, dan diterima oleh Kepala Sekretariat KPU Kota Depok Ade A. Salam dan disaksikan Yono, staf Sekretariat KPU Kota Depok. Sementara amplop yang sedianya ditujukan untuk Yon Machmudi tak pernah sampai ke tangan yang bersangkutan.

Kenapa dipulangkan ke Sekretariat KPU Kota Depok, Nurhamin menjelaskan, amplop itu berkop surat KPU Kota Depok. Alasan lainya, di balik amplop ada tulisan besar AHMAD SUYUDI.

“Wah ini kan nama salah satu peserta, lebih baik dipulangkan saja,” ujarnya.

Sementara Hasan Basri ketika dikonfirmasi membantah pernah memberi amplop itu. “Wah saya tidak pernah membagikan amplop. Mana buktinya? Saya tak pernah menerima apalagi membagikan,” tegasnya.

Bahkan Hasan Basri mengaku sejak awal tidak pernah mengenal dengan Ahmad Suyudi. “Dalam daftar kami, sejak awal Ahmad Suyudi memang tidak lolos,” tegasnya.

Nurhamim yang satu kubu dengan Andrinof A. Chaniago menambahkan, Ahmad Suyudi sebenarnya masuk peringkat sembilan dalam tabelnya. Namun karena saat wawancara motifnya karena ingin gaji naik, dari PNS menjadi anggota KPU, ditambah lagi motif suap, maka didiskualifikasi.

Ahmad Suyudi sendiri menyesalkan dengan merebaknya isu suap ini. Menurut rencana, ia akan membawa kasus ini ke jalur hukum.(dj/dmr)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: