DPRa PKS Beji

Bersih Peduli Professional

PKS Jangan Terlalu Pede; PKS: Antara Mabuk Kemenangan dan Mawas Diri (2)

Posted by pksbeji pada Agustus 11, 2008

INILAH.COM – Ahluwalia – 11/08/2008 19:31 – PKS memang mampu menampilkan citra bersih dan peduli. Meski begitu, mereka diingatkan untuk tidak terlalu percaya diri (pede) dengan prestasi politik dan keyakinannya tampil sebagai parpol besar di Pemilu 2009.

“Dengan kelebihannya selama ini, PKS jangan arogan atau terlalu percaya diri karena justru bisa menjerumuskannya ke dalam kealpaan dan kegelapan,” kata Lukman Hakim, peneliti dari Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Universitas Paramadina di Jakarta, Senin (11/8).

Bagaimanapun, parpol-parpol pesaingnya tak akan tinggal diam, bahkan sedang menyiapkan pukulan balik untuk menggerus PKS dalam Pemilu 2009. PKS menghadapi saingan berat dari PDI-Perjuangan, Golkar, PAN, PBR, Partai Demokrat dan PPP.

Bahaya yang mengancam PKS adalah jika kader dan politisinya korup, kolusi, nepotisme dan tidak profesional dalam bekerja, sehingga nama baiknya bisa tercoreng.

Dalam konteks ini, bisa dipahami jika Presiden PKS Tifatul Sembiring tak bosan-bosan mengimbau kader PKS untuk jangan sekali-kali mencoba melakukan korupsi. Sanksi tegas berupa pemecatan akan langsung diberlakukan bahkan sebelum ada putusan pengadilan sekalipun.

Tifatul memperingatkan, agar kader PKS jangan sekali-kali korupsi-kolusi dan mengkhianati keikhlasan para kader. PKS akan menjatuhkan vonis kepada anggota dewan asal PKS yang korupsi sebelum divonis oleh lembaga peradilan.

Jika PKS konsisten dengan semboyan bersih, peduli dan profesional, maka partai Islam ini akan terus membesar. Karena itu, siapapun kader PKS yang korupsi-kolusi harus dibabat habis karena jika tidak, akan menjadi kanker ganas dalam tubuh PKS sendiri.

Terkait rencana KPK membuat seragam khsusus untuk terdakwa kasus korupsi, Tifatul menyatakan menyambut baik. Bahkan, kalau perlu, istri dan anak para terdakwa juga turut dibuatkan seragam yang sama.

Ketua MPR Hidayat Nur Wahid yang juga mantan Presiden PKS telah menyatakan agar hukuman mati diterapkan bagi koruptor kelas kakap yang telah merugikan negara dan rakyat.

Hidayat melihat korupsi sudah membudaya dan merusak bangsa dan negara dalam skala yang masif sehingga berbahaya jika tak ada hukuman keras yang bisa membuat orang jera dan kapok melakukan korupsi. [Bersambung/E1]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: