DPRa PKS Beji

Bersih Peduli Professional

Beban Berat di Pundak PKS

Posted by pksbeji pada Juli 29, 2008

Anies Baswedan

Anies Baswedan

INILAH.COM, Jakarta – 28/07/2008 15:01 – Ahluwalia – Partai Keadilan Sejahtera kini jadi bintang panggung politik. Tapi, tugas berat masih harus mereka pikul. Hilangkan ekslusivitas platform dan bagaimana menjadikan PKS sebagai partai terbuka.

Sejauh ini, kalangan petinggi PKS sudah menyatakan membuka diri bagi siapapun. Dengan begitu, mereka yakin bisa menghilangan eksklusivitas platform partainya. Hanya dengan cara seperti itu, PKS bisa bersaing ketat dengan partai yang sudah lebih dulu besar; Partai Golkar dan PDI Perjuangan.

Pengamat politik Islam, Al Chaidar masih melihat dikotomi muslim-non muslim adalah pekerjaan besar yang harus dipecahkan PKS. Itu jika partai ini nantinya masih akan terus bertahan beberapa belas tahun ke depan.

Sejauh ini realitas politik menunjukkan bahwa PKS masih dilihat sebagai partai Islam yang relatif eksklusif. Di kalangan Islam sendiri, PKS sendiri bukan suatu ‘aliran’ ideologi.

PKS tampil penuh percaya diri dengan konsep wadah penampung kekecewaan publik terhadap elit, partai politik, dan dinamika politik Indonesia selama lima tahun terakhir. Tapi, menurut analis politik, ini jelas bukan ideologi, tapi hanya sebuah taktik yang dilakukan parpol untuk mendulang suara.

“Di atas taktik, ada strategi. Strategi ditetaskan oleh platform. Di atasnya ada ideologi partai yang menaungi,” kata Al Chaidar.

PKS pun tak bisa mengatakan ideologinya adalah Islam. Di belahan dunia manapun, partai politik yang mendasarkan dirinya pada Islam, selalu mempunyai ideologi khusus tersendiri, misalnya saja dikotomis Shiah-Sunni.

Jadi, PKS sebagai partai Islam nyata-nyata akan berhadapan dengan PKB, PPP, PAN, PBB, PBR dan partai kecil-kecil lainnya. Tidak mudah karena partai-partai tersebut memiliki basis massa tradisional yang kuat.

PKB punya basis massa NU yang luar biasa di Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. PPP selain berharap limpahan NU, juga organisasi tradisional lainnya seperti Al Ittihadiyah, Al Washliyah dan sebagainya. PAN punya Muhammadiyah, PBB masih berharap pesona romantisme Masyumi. Dan, PBR tentu masih berharap sisa-sisa umat Zainuddin MZ.

Jadi, PKS akan menggarap yang mana? PKS sudah mendapat jawabannya empat tahun lalu, yakni ketika mereka bertarung pada Pemilu 2004. Mereka menang di kota besar.

Seperti diketahui, umat Islam di kota, secara ‘konvensional’ pernah dimiliki PAN melalui Muhammadiyah. Namun, PKS berhasil mengikis itu dan mengalihkan dukungan sebagian orang Muhammadiyah ke partai ini.

Tapi, lima tahun sudah berlalu. PAN tentu saja tidak tinggal diam. Apalagi, ada bayi partai baru ‘sempalan’ PAN, Partai Matahari Bangsa (PMB). Tidak begitu banyak harapan di partai baru ini, tapi tentu gerogotannnya terhadap massa Muhammadiyah tetap punya pengaruh, sekecil apapun.

PKS diuntungkan dengan konflik PKB, tapi justru PKS tak punya sosok sosiologis bernama kyai. Tifatul Sembiring dan Hidayat Nur Wahid bukan seorang kyai, melainkan sosok sosiologis yang lain bertajuk ustadz.

Karena itu, belajar dari pemilu 2004, pada pemilu 2009 nanti, dari kalangan Islamis, menurut Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan, diperkirakan muncul tiga kelompok besar. Yaitu, Islam ekslusif (PBB dan PPP), Islam inklusif (PKB dan PAN), dan sekular inklusif (Golkar dan PDIP).

Kelompok Islam eksklusif adalah mereka yang menghendaki Islamisasi di segala lini, termasuk dalam sistem kenegaraan. Sementara Islam inklusif dan sekular inklusif berpendapat tidak ada masalah terjadi Islamisasi masyarakat, sepanjang tidak menyentuh persoalan fundamental kenegaraan. [I4]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: