DPRa PKS Beji

Bersih Peduli Professional

Jangan Bersedih pada Detik-detik Terakhir kehidupan Anda

Posted by pksbeji pada Juli 8, 2008

Abur Raihan Al-Biruni—seorang penulis prolifik dan pemikir muslim, w.440, Penj. Yang memiliki umur relatif panjang dia hidup sepanjang 78 tahun, adalah sosok yang tekun dengan dunia keilmuan dan menulis buku. Dia membuka bab-babnya, mencari dengan serius semua yang samar dan yang jelas. Hampir-hampir pena tidak pernah lepas dari tangannya, matanya tidak pernah berhenti mengamati,dan otaknya tidak pernah berhenti berpikir, kecuali saat mencari penghidupannya, sesuap nasi dan sekedar pakaian. Selain itu adalah kebiasaannya sehari-hari: ilmu, yang lewat wajahnya terbuka semua kesulitan dan yang dari tangannya lepas semua pintu-pintu penutup.

Al- Faqih Abu Hasan Ali bin Isa berkata: “Saya menemui Abur Raihan Al-Biruni saat sedang sakaratul maut dengan nafas tersengal-sengal dan dada yang sesak. Dalam keadaan seperti itu ia masih sempat bertanya kepada saya, “Bagaimana menurutmu tentang penghitungan nenek yang tidak berhak mendapatkan warisan? Karena kasihan kepadanya maka saya balik bertanya, “Apakah dalam keadaan seperti kau masih bertanya kepadaku mengenai hal itu?” Ia menjawab,”Bagaimana ini. Akun akan meningalkan dunia, dan harus mengerti masalah itu. Bukankah itu  jauh lebih baik daripada aku harus meninggalkannya dan tidak pernah mengerti?”

Maka saya mengatakan hal itu kepadanya, dan dia langsung memahaminya. Dan juga balik mengajarkan apa yang pernah dia janjikan. Setelah itu saya pun keluar, dan tiba-tiba saja terdengar suara tangis dari arah rumahnya. Sunguh semangat hidupnya yang mengikis semua rasa takut itu.

Pada saat Umar, Al-Faruq, dalam keadaan sakaratul maut dan darah mengalir deras dari lukanya, dia masih sempat bertanya kepada seorang shahabat apakah ia telah menyempurnakan shalat.

Dalam perang Uhud, Sa’ad bin Rabi’ terluka dan tubuhnya berlumpuran darah. Namun pada saat ia menjelang kematiannya dia masih sempat menanyakan keadaan Rasulullah. Inilah gambaran tentang tekat yang kuat dan hati yang tulus.[]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: