DPRa PKS Beji

Bersih Peduli Professional

PKS Memulai Pacu Kuda

Posted by pksbeji pada Juli 7, 2008

INILAH.COM – Ahluwalia – Jakarta – 07/07/2008 09:43 – Islamis sekaligus nasionalis. Itu ‘baju baru’ PKS jika benar mereka hendak membuka diri bagi kaum nonmuslim. Itu juga jadi bagian dari kesiapan PKS menyongsong Pemilu 2009 dengan semangat pacu kuda. Dengan keterbukaan ini, PKS diyakini bakal mampu meraih simpati lebih banyak dari berbagai komunitas, termasuk dari kaum nasionalis sekular. Intinya, spirit kebhinekaan PKS menyimpan potensi dahsyat. Dan, ini jelas langkah maju untuk merambah swing voters di Pemilu 2009.

Zulkieflimansyah PhD, mantan Ketua BEM UI yang kini anggota DPR-RI Fraksi PKS dan dosen pasca sarjana FE-UI, mengungkapkan bahwa PKS bergumul dengan masalah kebangsaan dan keislaman sedari awal pembentukannya.

“Diilhami pula dari teks ‘Indonesia Kita’ karya Prof Nurcholish Madjid, PKS membuka diri sebagai parpol berkarakter Islam Indonesia masa depan,” kata Zulkieflimansyah yang Selasa (8/7) pagi akan berbicara di forum PSIK (Pusat Studi Islam dan Kenegaraan) Universitas Paramadina, Jakarta.

Zulkieflimansyah mengakui, pacu kuda ini merupakan antisipasi menghadapi Pemilu Legislatif dan Pilpres 2009. Lewat Mukerns II di Makassar, 21-24 Juli, PKS memang siap melebarkan sayapnya, antara lain dengan merangkul nonmuslim sebagai kadernya.

Menurut Zulkieflimansyah, pacu kuda PKS ini selayaknya mengusik perhatian parpol Islam lain seperti PPP, PAN, PKB, PBR, dan PBB. Mereka patut mengantisipasinya.

Para pengamat politik memprediksi, pacu kuda PKS akan memungkinkan parpol itu bersaing pula dengan parpol-parpol nasional yang besar seperti PDI-P dan Golkar dalam memperebutkan swing voters alias massa mengambang.

“Bukan tanpa risiko PKS bersikap berani dengan membuka diri kepada pluralitas dalam pengakaderannya. Sebab, bisa saja terjadi benturan kepentingan. Tapi, di luar risiko itu, keterbukaan PKS ini jelas merupakan langkah maju,” kata pengamat politik AE Priyono dari DEMOS dan Reform Institute.

PKS menyadari bahwa pihaknya tidak mampu bergerak sendirian dalam upaya mencapai cita-cita parpol. Karenanya, dalam penentuan bakal caleg nanti, PKS membuka peluang bagi orang di luar kader PKS sendiri. “Ini reformasi internal yang digerakkan secara sadar,” timpal Zulkieflimansyah.

Keterbukaan PKS itu jelas menyiratkan potensi bakal kian banyak dan luasnya jumlah kader. Jika selama ini orang tahu PKS hanya mengkhususkan diri bagi kaum Muslim, dengan kebijakan yang lebih luwes itu diprediksi PKS mampu lebih cepat melebarkan sayapnya.

Jika jadi diterapkan secara cepat dan masiv, keterbukaan bagi figur nonmuslim bergabung dengan PKS ini juga menjadi sinyal kuat bagi parpol lain betapa mereka betul-betul harus diperhitungkan di Pemilu 2009.Keterbukaan PKS akan meyakinkan publik bahwa gerakan dakwah mereka selama ini menggunakan metode-metode moderat dan menerima nilai-nilai modern (demokrasi, hak azasi manusia) meski cara memahaminya bisa berbeda, terutama jika dilihat dengan perspektif Barat. Di kalangan kader PKS, Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus yang diadakan secara nasional kerap muncul tema-tema peradaban yang mencoba menggali nilai-nilai peradaban Barat dengan sudut pandang dinamis dan kritis.

PKS memang tumbuh dari aktivitas mahasiswa di kampus-kampus modern. Dengan keterbukaannya kini, kian pasti bahwa PKS ingin menjadi parpol modern, maju, dan berkarakter pluralis yang tumbuh dari kalangan Islam. [I3]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: