DPRa PKS Beji

Bersih Peduli Professional

PKS Rebut Simbol Islam PPP

Posted by pksbeji pada Juni 27, 2008

Parpol Adu Kreatif Menjaring Simpati (2-Habis)
Ahluwalia

INILAH.COM, Jakarta – 26/06/2008 23:57 – Islam moderat, muda, bersih, intelek, dan militan. Itu ruh PKS. Dengan itu, mereka terus menggeliat menjaring simpati publik. Dengan itu pula, mereka mampu merebut simbol keislaman PPP.

Sebagai parpol Islam terbesar di era Orde Baru, PPP (Partai Persatuan Pembangunan) kini dilanda kemerosotan citra dan kredibilitas. Kemunculan PKS ternyata bukan hanya mengharubirukan perpolitik nasional, tapi juga menumpulkan ‘pisau’ PPP.

Ketika parpol-parpol lain mengasah persiapan menyongsong pesta demokrasi 2009, termasuk PKS, PPP malah lebih sibuk membersihkan ‘Kader Hitam’ dan para politisinya yang tersangkut masalah hukum.

Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali pun mengakui itu. Ia mengatakan, PPP memang sedang giat melakukan bersih-bersih di internal organisasinya. Kader PPP yang terbukti melanggar hukum bakal dicopot dari jabatannya.

“PPP begitu sibuk melakukan pembersihan ke dalam karena kriminalitas para kadernya,” kata pengamat politik Islam Al Chaidar.

Langkah itu dilakukan untuk menyelamatkan citra PPP yang menurun akibat banyak kasus hukum yang melilit kadernya.

Suryadharma mengakui, citra PPP sangat terpengaruh oleh pelanggaran hukum sebagian kader. Karena itu, pihaknya harus segera mengambil tindakan tegas untuk menjaga nama baik parpol.

Suryadharma memberikan contoh, Ketua DPW PPP Jambi Al-Amin Nasution yang sudah dinonaktifkan dari jabatannya karena ditahan KPK. Dalam waktu dekat, sejumlah kader di Banten juga akan dijatuhi tindakan tegas karena telah dinyatakan bersalah di pengadilan.

Joko Munandar yang diusung PPP menjadi Gubernur Banten, misalnya, tersangkut kasus korupsi dana perumahan. Lalu, Wakil Bupati Lebak Odih Chudori dihukum karena tertangkap tangan mengkonsumsi narkoba.

Di jajaran legislatif, Ketua DPRD Provinsi Banten Jamaludin Malik yang juga dari PPP, terseret kasus dugaan korupsi dana perumahan. Di Pandeglang, Ketua DPC PPP Kabupaten Pandeglang Wadudi Nurhasan tinggal menunggu fatwa MA terkait dugaan korupsi dana KUT.

Sementara Ketua DPW PPP Provinsi Banten yang juga Bupati Pandeglang sedang bermasalah terkait dana pinjaman Rp 200 miliar dari Bank Jabar.

Rentetan kasus pelanggaran yang menjerat kader-kader PPP itu jelas menggerus kredibilitas parpol. Di mata publik, selain karena parpol belum kunjung menunjukkan semangat baru, kasus-kasus itu jadi faktor yang mengurangi minat dan simpati mereka terhadap PPP.

Semua itu jadi bumerang buat PPP. Karenanya, ketika parpol berbasis Islam lainnya mulai melangkah maju menyesuaikan diri dengan tuntutan modernisasi di era reformasi, PPP justru berkutat dengan problem internalnya.

Kondisi itu, di sisi lain, membuahkan keuntungan tersendiri bagi parpol lain yang sama-sama berbasis Islam. PKS termasuk di dalamnya. Mereka jadi bisa lebih leluasa dalam bermanuver.

Di luar programnya yang memang bagus, PKS pun jadi bisa lebih maksimal merangkul komunitas Islam di perkotaan dan perdesaan yang selama ini dikenal sebagai basis sosial PPP. PKS mampu merebut simbol keislaman PPP dengan cara-cara yang jeli dan progresif.

“PKS bisa jadi tak lagi tertandingi oleh PPP sebagai sesama parpol Islam di Pemilu mendatang,” kata Al Chaidar.

Jika PPP tidak segera berbenah luar dalam, bisa dipastikan mereka bakal makin terbenam di balik geliat PKS yang begitu elegan dan menawan. [Habis/I3]

Sumber: Inilah.com

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: