DPRa PKS Beji

Bersih Peduli Professional

Adhyaksa-PKS: Cukup SMS

Posted by pksbeji pada Juni 26, 2008

Parpol Adu Kreatif Menjaring Simpati (1)
Ahluwalia

AdyaksaINILAH.COM – 26/06/2008 18:41 – Jakarta – Menyongsong pesta demokrasi 2009, sederet parpol saling adu kreativitas menjaring simpati publik. Geliat kebangkitan PDI-P, misalnya, kini dibayangi gelombang penggalangan kader PKS lewat metode SMS.

Adalah Adhyaksa Dault, kader PKS (Partai Keadilan Sejahtera) dan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB), yang tak henti-henti mendorong parpolnya untuk merebut kemenangan di Pemilu Legislatif dan Pilpres 2009.

Salah satu kiat Adhyaksa terbilang sederhana tapi cukup mengena, yakni memanfaatkan teknologi layanan pesan singkat dengan daya jangkau luas. Ia menyatakan, dengan SMS pihaknya bisa mendorong ribuan kader dalam upaya membangun jaringan sosial.

Metode SMS itu dipraktikkan Adhyaksa ketika mendukung proses memenangkan duet Ha-De di Pilkada Provinsi Jawa Barat.

“Hanya dengan SMS pula kami melakukan milad PKS di Senayan. Ribuan massa hadir di sana. Boleh jadi baru PKS yang menjalankan metode ini,’’ kata Adhyaksa.

Pengamat politik M Qodari dari Indo Barometer menegaskan, apa yang dikatakan Adhyaksa memang sudah terbukti. ”Komunitas PKS termasuk kelas menegah. Mereka melek iptek dan politik,” tukasnya.

Dengan realitas seperti itu, menurut Qodari, PKS sangat siap maju ke gelanggang Pemilu Legislatif dan Pilpres 2009.

“Saya kira PKS paling siap. Ini bukan mengklaim. Kaderisasi kaum muda terpelajar telah membuat basis sosial PKS makin kokoh. PKS punya kader muda, usia 20-40-an, pemimpin masa depan Indonesia,’’ jelas Adhyaksa, Doktor lulusan IPB.

Dalam persepsi Adhyaksa, dikotomi antara generasi muda dan tua yang berhak memimpin bangsa Indonesia masih jadi perdebatan. ‘’Saya ingin terbebas dari dikotomi itu. Yang perlu kami cari adalah benang merah antara generasi tua dan kaum muda,” ujarnya.

Sebagai salah seorang di antara kader muda PKS, Adhyaksa mengakui, banyak hal positif dari para pemimpin bangsa di masa lalu.’’Hal-hal yang positif bisa diperbarui. Sisi negatifnya jangan dipakai,’’ tegasnya.

Sebagaimana Megawati Soekarnoputri (PDI-P) dan M Jusuf Kalla (Golkar), Adhyaksa juga mengakui bahwa tak semua pemimpin di masa lalu buruk atau hanya meninggalkan cacat sejarah.

Pemimpin bangsa di masa lalu tetap memiliki sisi positif yang selayaknya terus dikembangkan. Adhyaksa menyebutkan, semangat nasionalisme Soekarno-Hatta, Sjahrir, Natsir sebagai sisi positif yang harus terus diperkuat.

“Calon pemimpin muda saat ini tetap memerlukan referensi dari para pemimpin masa lalu. Kita ambil sisi positifnya dari segala apa yang pernah terjadi di masa lalu,” cetus Adhyaksa.

Karena itu, Adhyaksa pun memprediksi, jika pemerintahan SBY-JK bisa selesai sampai 2009, masa depan demokrasi Indonesia akan lebih baik. Tidak ada lagi pemikiran untuk menurunkan pemerintah dengan cara inkonstitusional. ”Mari kita lupakan sisi negatif para pemimpin masa lalu,” tandasnya.

Adhyaksa mengingatkan, bangkitnya gerakan kaum muda saat ini bukan bertujuan mencari kesalahan generasi tua. ”Kaum muda harus bergerak karena panggilan sejarah,” tambahnya.

Untuk 2009, Adhyaksa berharap ada tokoh dari kalangan muda yang berani maju menjadi calon presiden.

Adhyaksa sendiri tercatat sebagai tokoh muda terpopuler versi poling Reform Institute pimpinan Yudi Latief PhD. Bahkan, berbagai kalangan menilai mantan Ketua Umum KNPI itu layak menjadi cawapres pada 2009. [Bersambung/I3]

Sumber : Inilah.com

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: