KPU Depok mirip badut politik
Ditulis oleh pksbeji di/pada Oktober 11, 2008
DEPOK, MONDE: Koordinator Jaringan Pemilih Pintar Daerah (JPPD) Lukman Hidayat menilai terpilihnya anggota Komisi Pemilihan Umum D (KPU) Depok lebih mirip kepada terpilihnya badut-badut politik.
Dalam rilis JPPD yang diterima Monde kemarin, Lukman Hidayat menyebutkan polemik yang berkepanjangan dalam seleksi calon anggota KPU Depok periode 2008-2013 menunjukkan ada suatu skenario yang besar yang dibuat oleh pihak-pihak tertentu untuk memasukkan orang-orangnya ke dalam keanggotaan KPU Depok.
“Tujuannya jelas agar kepentingan politiknya dalam pemilu 2009 atau bahkan pilkada-pilkada bisa mereka kendalikan melalui orang titipan mereka di KPUD Depok,” tandasnya.
Menurutnya, posisi anggota KPU memang dinilai cukup menentukan dalam menyukseskan hajatan pemilu, sekaligus memuluskan langkah politik seseorang.
Berbagai intrik yang muncul ke permukaan mulai dari kebocoran soal ujian tertulis, pertemuan rahasia, SMS titipan dari anggota KPU Jabar, sampai dengan lolos dua orang menjadi anggota KPU Depok dengan mudah telah mengindikasikan bahwa ada pihak-pihak tertentu yang sengaja membuat skenario ini. Menitipkan orangnya di KPU Depok untuk kepentingan mereka di pemilu 2009.
Lukman Hidayat mengatakan jika proses ini tidak baik dan tidak transparan, JPPD menilai anggota KPU Depok akan dijadikan badut politik bagi pihak-pihak tertentu yang akan memperoleh keuntungan politik di pemilu 2009. Hal ini, kata dia, jelas akan merugikan masyarakat. Untuk itu JPPD mengajak masyarakat dan partai-partai jeli mencermati kasus ini, sehingga suara pemilih tidak dirampas oleh pihak-pihak tersebut.
Ketua KPU Kota Depok Muh Hasan, saat diminta komentarnya terkait dengan tudingan adanya badut politik di tubuh KPU mengaku tidak ingin banyak berkomentar.
Menurutnya keengganannya untuk berkomentar itu karena takut melukai hati orang banyak dan terjerumus pada fitnah. “Saya lebih suka jika menjelaskan bagaimana perkembangan tahapan pemilu yang akan datang, karena itu memang tugas kami,” ujarnya.(ina)








