DPRa PKS Beji

Bersih Peduli Professional

  • Action

    TPPC : HARI KRIDA : Agar seluruh Kader dapat mengenakan atribut setiap Sabtu / Ahad

    Presiden : Ass wr wb, Ikhwan/Akhwat Fillah, Insya Allah Jumat ini 4/07/08 Kita memasuki bulan Rajab. Rasulullah SAW mengajarkan kita berdo'a "Allahumma bariklana fi Rajab wa Sya'ban wabalighna Ramadhan." sebagai DUAT illaLLAH dan kemenangan da'wah 2009, tentu perli I'DAT (persiapan) yang lebih jauh dan matang.

  • Foto Dokumentasi

    ATP bareng FPU RW.03

    ATP bareng FPU RW.03

    ATP bareng FPU RW.03

    ATP bareng FPU RW.03

    ATP bareng FPU RW.03

    ATP bareng FPU RW.03

    ATP bareng FPU RW.03

    ATP bareng FPU RW.03

    ATP bareng FPU RW.03

    More Photos

PKS: Jangan Razia Pendatang! Latih!

Ditulis oleh pksbeji di/pada Oktober 3, 2008

INILAH.COM, Jakarta – 03/10/2008 20:42 – Abdullah Mubarok – PKS menilai razia yang akan dilakukan Pemerintah Provinsi DKI terhadap warga pendatang usai Lebaran tidaklah efektif dalam menekan populasi penduduk. Pasalnya, Ibu Kota sebagai ladang pekerjaan merupakan incaran warga, baik berasal dari dalam maupun luar Jakarta.

“Itu kan sudah ada sebelumnya. Nggak efektif. Karena kesempatan kerja bukan berada di daerah, tapi di Jakarta. Satpol PP tidak bisa merazia setiap pintu terminal setiap waktu,” ucap Humas PKS Ahmad Mabruri kepada INILAH.COM, Jumat (3/10).

Menyikapi fenomena maraknya pendatang, PKS telah membuat suatu program. Yakni, pelatihan untuk memberikan pencerahan atau arahan kepada kader-kadernya mengenai pentingnya berjiwa enterpreneurship.

Mabruri mengatakan, saat ini masyarakat masih berpikir bagaimana mencari pekerjaan, bukan menciptakan lapangan pekerjaan. “Ini tugas kita semua untuk memberikan pemahaman untuk berjiwa enterpreneurship. Setiap DPW diberikan wewenang untuk mengadakan ini. Diharapkan kader-kader dapat menularkan kepada yang lainnya.”

Pelatihan itu, menurutnya telah dimulai PKS sejak lama, yang diadakan secara reguler tiga atau empat bulan sekali. Program itu bekerjasama dengan para pengusaha sebagai nara sumber.

“Di desa orang banyak menjual sawahnya untuk bisa bekerja di luar negeri sebagai TKI. Sanak keluarga yang ada di dalam negeri justru diberikan uang dari saudaranya yang bekerja di luar negeri. Bagaimana kalau tidak bekerja lagi? Sawah sudah dijual,” katanya. [R2]

Tinggalkan Balasan

Anda harus Teridentifikasi untuk menuliskan komentar.